Selamat datang di situs pribadi Abdul Hadi Kadarusno, SKM, MPH. Ini adalah bagian dari hasratku untuk menguasai dan mengambil manfaat dari teknologi informasi agar tetap eksis,dan bisa memberi warna bagi dunia yang fana ini.
Sesuai Finagle's Laws of Information, Semoga informasi yang ada di blog ini dapat menjadi informasi yang diinginkan, dibutuhkan dan bermanfaat bagi kita semua...Amin!
Monday, October 17, 2011
MY FAMILY, MY LOVELY
Gara2 rumah kami di cat ulang, maka terfikirkanlah untuk mengganti foto keluarga kami yg lama -yg slama ini bertengger di ruang tamu- karena sudah "kadaluarsa". Di foto tsb yg tampak hanya saya dan istri bersama 2 orang anak (Hanif Abd. Karim Afandi/Anak I dan Ahmad Taufik Nugroho/Anak II). Padahal saat ini kami sudah dikaruniai Putra ke-3 yg juga sudah mulai beranjak besar (sudah 8 bulan), yaitu Muh. Anwar Aziz.
Inilah foto keluarga kami yg terbaru (Minggu II bulan Okt 2011):
Alhiko's Family. (Dari kiri ke kanan: Abd. Hadi.K, SKM, MPH-dr. Rohmah dan anak2: Opik-Aziz-Hanif)
Semoga Allah SWT senantiasa merahmati kami sekeluarga, di dunia hingga akhirat kelak... Menjadi keluarga yg sakinah mawaddah wa rahmah... Allahumma ... Amien!
PENTAS PERDANA TAUFIK DI ACARA WISUDA TUTUP TAHUN TKIT NURUL ISLAM
Hari Minggu, 12 Juni 2011 menjadi hari bersejarah bagi putra ke-2 kami, Ahmad Taufik Nugroho yg akrab disapa dgn "Opik". Pada pagi hari itu ia bersama teman2 nya yg bersekolah di play group KB-TKIT Nurul Islam Nogotirto akan tampil dipanggung pertunjukan.
Acara ini berlangsung sejak pukul 08.00 - 11.30 WIB di Gedung Aula SMKI Bugisan, Jl. PG Madukismo, Bantul, Prop. D.I. Yogyakarta.
Berikut adalah video penampilan Taufik, dkk. (Taufik yg menggunakan baju kuning, berada di paling kiri dan memegang mic, red.)
Bangga melihatnya tampil dipanggung dgn penuh percaya diri, meski tampak masih terpesona dgn penampilan dirinya sendiri yg berdandan aneh ala harimau berkumis.
Usai tampil di panggung, sayapun menyusulnya ke balik panggung utk berpose dgn kostum harimaunya yg lucu.
Wajah "baby face" sang Abi kini menurun ke sang putra (Opik)... He2.
Hari Ahad, 18 Juli 2010, bertempat di Auditorium Lama Kampus Terpadu Poltekkes Kemenkes Yogyakarta Jl. Tata Bumi No.3, Banyuraden, Gamping, Sleman, Yk diadakan kegiatan Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad, SAW Th 1431H/2010. Dalam rangka memeriahkan kegiatan tersebut, Panitia dari Sentra Kerohanian Islam (SKI) BEM Poltekkes Kemenkes Ykt menyelenggarakan pula serangkaian perlombaan yg ditujukan untuk Anak2 mulai dari TK - SD.
Ada 4 (empat) jenis perlombaan yg digelar dlm Peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad, SAW Th 1431H/2010, yaitu:
Lomba Azan
Lomba Cerdas Cermat Agama
Lomba Mewarnai Kaligrafi
Lomba Dai Cilik
Guna memperkenalkan & melatih kreatifitas, sportivitas & ketrampilan anak dalam melukis, saya pun mendaftarkan putra I kami (Hanif Abdul Karim Afandi) untuk mengikuti Lomba Mewarnai Kaligrafi.
Awalnya sejak dari rumah ia sangat antusias utk mengikuti perlombaan, karena termotivasi untuk bisa menambah koleksi piala yg sebelum ini telah berhasil diperolehnya saat wisuda TK karena berprestasi memiliki "Hafalan (Al Qur'an, Doa, dan Hadist) Terbaik" . Namun ketika sudah tiba di lokasi perlombaan, karena ini adalah pengalaman pertamanya dlm mengikuti lomba lukis, maka iapun kemudian mogok& menangis tidak mau mengerjakan/mewarnai kertas kaligrafi yg telah dibagikan oleh panitia.
Akhirnya, Hanif mau juga mengerjakan & menyelesaikan tugasnya (mewarnai kaligrafi) meskipun harus dibujuk2 dulu oleh Abi dan Uminya.
Sambil menanti penilaian/penentuan pemenang oleh juri, anak2 peserta lomba diajak menikmati pemutaran karton Islami
Hanif dgn malu2 menunjukkan hasil karyanya yg telah ditempel oleh panitia diantara karya2 para peserta lainnya.
Selamat Nak, Engkau telah mampu mengalahkan rasa minder/ takutmu, dan berhasil menyelesaikan tugasmu dgn baik, meskipun hasilnya belum dapat meraih juara. Semoga dikesempatan berikutnya Engkau akan dapat menunjukkan prestasi terbaik... Amin...!
Putra ke-2 kami -Ahmad Taufik Nugroho- sebenarnya masih terlalu kecil untuk di sirkumsisi (bahasa kerennya "khitan/sunat"). Ia baru berumur 2 Thn 4 Bln pada saat disunat. Si Abang- Hanif Abd. Karim Afandi- yang berusia 5 Thn 3 Bln justru belum kami sunat.
Namun, karena ada kelainan "fimosis" pada penisnya (prepusium -ujung penisnya- tidak dapat ditarik ke belakang atau tidak dapat membuka), bahkan beberapa hari sebelumnya penisnya sempat mengalami infeksi dan bengkak, sehingga terpaksa harus segera disunat agar tidak semakin berbahaya bagi kesehatan saluran kencingnya.
Sunat telah dilakukan sejak zaman prasejarah, dilihat dari gambar-gambar di gua yang berasal dari Zaman Batu dan makam Mesir purba.[1] Alasan tindakan ini masih belum jelas pada masa itu tetapi teori-teori memperkirakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari ritual pengorbanan atau persembahan, tanda penyerahan pada Yang Maha Kuasa, langkah menuju kedewasaan, tanda kekalahan atau perbudakan, atau upaya untuk mengubah estetika atau seksualitas.[2]
Sunat pada laki-laki diwajibkan pada agama Islam dan Yahudi.[3][4] Praktik ini juga terdapat di kalangan mayoritas penduduk Korea Selatan,[5]Amerika, dan Filipina[6] Pada mulanya, ajaran berkhitan adalah syariat yang dibawa oleh nabi Ibrahim ‘alaihis salam. Kemudian diteruskan oleh agama Islam. Perlu diketahui, bahwa setiap ajaran yang dibawa oleh nabi terdahulu (syar’u man qablana), kemudian disyariatkan lagi dengan dimuat dalam al-Quran ataupun as-Sunnah, maka ajaran tersebut juga menjadi ajaran umat Islam. Dalam hal khitan ini, Rasulullah Muhammad, SAW. telah menganjurkannya sebagaimana termuat dalam hadis (HR Jama’ah dari Abu Hurairah r.a.), sehingga syariat berkhitan yang awalnya menjadi syariat umat Nabi Ibrahim AS. dengan begitu juga menjadi syariat umat Muhammad SAW.
Awalnya -karena kecemasan yang berlebihan- kami berencana membawanya ke dokter spesialis bedah anak di PKU Muhammadiyah Ykt, dan sudah menyiapkan segala sesuatunya, namun setelah mendapat masukan dari teman-teman kerja istri (perawat dan dokter) di IGD RSUD Wonosari, akhirnya Taufik kami percayakan untuk disirkumsisi saja oleh Kepala Perawat IGD RSUD Wonosari, karena beliau sudah sangat berpengalaman melakukan "Cukur Burung".
Alhamdulillah hari ini, Ahad, 9 Agustus 2009, setelah mengikuti kegiatan jalan sehat, memberikan konsultasi dan pelayanan kesehatan gratis, dan lomba volly bersama warga Dusun Gadingan, di lapangan Asrama Mahasiswa I Poltekkes Depkes Ykt, Jl. Gadingan, Banyuraden, Gamping Sleman, kami membawa dia ke RSUD Wonosari untuk menjalani operasi kecil ini.
Sekitar pukul 11 WIB, selama -/+ 30 menit, Taufik menjalani sirkumsisi dengan penuh "air mata", jeritan, dan pemberontakan ... he2... Jadi ingat saat dulu disunat, tapi bedanya saya disunatnya pada saat liburan SD kelas 2. Jadi sudah lebih kooperatif.
Inilah rekaman proses sirkumsisi Taufik yang sempat saya ambil sambil memegangi tangan kanannya agar tidak meronta-ronta saat disuntik dan dijahit.
Semoga ia semakin cepat tumbuh besar setelah disunat, seperti kepercayaan / rayuan para orang tua dahulu agar anaknya bersedia disunat. Meskipun sebenarnya manfaat khitan bukan itu, melainkan adalah membuang tempat bersarangnya kotoran dan najis (bagi wilayah yang kesulitan air seperti gurun pasir), mencegah kanker penis, dan tentunya sebagai pelaksanaan tuntunan syariat agama Islam yang sangat mulia.
Location: Ngayugyokarto Hadi Nigrat, D.I. Yogyakarta, Indonesia
Lahir di Tanah Rencong, NAD. Besar di Banda Aceh dan kemudian studi, menetap, dan bekerja di D.I. Yogyakarta. Menempuh Studi: Diploma-3 Environmental Health PAM-SKL Depkes Jogja,
S1 Community Health di FKM UNDIP Semarang. Dan melanjutkan studi S2 di Sekolah Pascasarjana UGM, Prodi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Minat SIMKES (Sistem Informasi Manajemen Kesehatan).
Berbahagia menikah dengan dr. Rohmah Insyatun, dan dikaruniai 4 orang anak (3 putra & 1 putri).