Google

Friday, August 14, 2015

SILATURRAHIM BERSEJARAH DENGAN ALUMNI DAN CALON ALUMNI

Semoga kesuksesan, rahmad, hidayah dan karunia-Nya meliputi para alumni dan aktivis kampus Poltekkes Kemenkes Yogyakarta... Amin.!
Dwi Ratnasari (Aktivis BEM) diapit oleh Eko Agus Purnomo dan Istrinya

Foto bersama Eko Agus Purnomo dan Istrinya

Labels: , , ,

Monday, April 25, 2011

REUNI, AJANG SILATURRAHIM & EMPATI KEPADA SESAMA ALUMNI

“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” Sabda Rasulullah Muhammad SAW

Hari Sabtu, 23 April 2011 saya berkesempatan memenuhi undgn bersilaturrahim ke beberapa orang teman kuliah di APK-TS (Akademi Penilik Kesehatan - Teknologi Sanitasi) angkatan 1992. Menurut informasi, terdapat 2 orang teman alumni yg sedang menghadapi cobaan/ujian dari Allah SWT berupa sakit & perlu mendapatkan perhatian & dukungan moril demi kesembuhannya.

Dengan menggunakan 1 unit mobil kijang, kami ber-4 (saya, Setyogati Candra. D, Aris Budi A, Dewi Ratni Indra) berangkat bersama2 dari Ykt menuju Kota Klaten, Jawa Tengah utk memulai perjalanan silaturrahim skaligus reuni.

Kunjungan silaturrahim I adalah di rumah Bahrun N, di Kota Klaten. Bahrun yg telah menikah dan dikaruniai 3 orang anak ini sejak 2 th yg lalu, ybs mengalami sakit syaraf tulang belakang. Meskipun ybs kondisi badannya sehat, namun kakinya mengalami gangguan syaraf sehingga tidak dpt digerakkan secara normal. Akibatnya untuk berdiri dan berjalan ybs mengalami kesulitan. Dan sudah 2 tahun ini pula, ybs menjalani proses perawatan sehingga tidak dpt bekerja sbg PNS di kantornya semula (di Puncak Jaya Papua).

Suasana reuni mini penuh kekeluargaan di rumah Bahrun Nurrosyid

Menikmati bakso yg disajikan tuan rumah

Setelah bercengkrama & menikmati hidangan bakso yg disiapkan, selanjutnya kami berempat + 2 orang teman dari Klaten (Siti N. Isfndiari & Ranti) melanjutkan silaturrahim ke Kab. Sukoharjo utk membezuk 1 orang teman alumni (Nurhidayah) yg juga sedang dlm pengobatan sakit kanker nasopharing.

Nurhidayah saat ini telah menjadi PNS di RS Sukoharjo dan telah dikaruniai 4 orang anak. Ybs tinggal bersama suaminya di sebuah ruko depan Pasar Mulur RT 01/RW 01 Sukoharjo, Jawa Tengah. Saat ini ybs masih dlm proses pengobatan chemotherapy karena mengalami sakit kanker di bagian nasopharing. Proses pengobatan yg dijalanipun terasa sangat menyiksa/menyakitkan. Namun demikian, ybs tampak tetap bersemangat utk menjalaninya meski penuh cobaan, karena harus ulang alik ke RS Kariadi di Kota Semarang.

Tak lupa di setiap tempat yg kami silaturrahimi, kami memberikan sedikit tanda cinta skaligus berdoa utk kesembuhan mereka. Pada pukul 17.30 WIB, rombongan kamipun tiba kembali di Ykt dengan selamat.

Alhamdulillah, perjalanan panjang hari itu mengingatkan saya akan banyaknya nikmat yg telah diberi oleh Allah SWT sehingga saya masih sehat, dikarunia keluarga (Istri & anak2) yg sehat, taat & membahagiakan hati pula, dpt melanjutkan studi hingga S2, dpt bekerja dgn baik, dst, dsb.

Berpose bersama di depan kediaman Siti N. Isfandiari di Klaten & mobil yg membawa rombongan.

Silaturrahim sekaligus Reuni mini seperti ini rasanya lebih banyak manfaatnya dari pada sekedar reuni yg hanya kumpul2, makan2, ngobrol ngalor-ngidul sambil bernostalgia, sambil pamer gelar, kekayaan yg sdh dipunyai, dll.

Ayo ber-reuni +silaturrahmi ! Sesungguhnya silaturrahim itu memanjangkan usia dan melapangkan rizki... Amien...

Labels: , ,

Friday, September 25, 2009

Mudik 2009, ajang silaturrahim dibawah bayang2 kriminalitas

Mudik menjadi kesempatan 1 thn skali utk menyambung tali silaturahmi dgn keluarga, saudara, dan handai taulan di kampung halaman/tempat kelahiran.

Mudik sebenarnya berasal dari kata UDIK yang artinya adalah DESA. Sehingga mudik adalah Menuju ke DESA atau pulang ke Desa tempat asalnya setelah sekian lama merantau dan mengadu nasib. Fenomena ini terjadi setiap menjelang lebaran Idul Fitri, atau libur-libur panjang.
Mudiknya pekerja imigran di Libya melewati Gurun Sahara yang bersuhu 35 derajat, dimuati sampai 100 orang beserta perbekalan dan oleh-olehnya. Di Indonesia ada yg mudik begini gak ya !?

Mudik Lebaran yg Penuh Berkah akan dapat terwujud jika kita memperhatikan beberapa hal sebagaimana yang ditulis pd situs ini.

Kami sekeluarga (istri dan 2 orang anak) berkesempatan mudik ke Solo pada hari ke-2 setelah lebaran (Senin, 21/9/09). Setelah sebelumnya menghabiskan lebaran hari pertama di RSUD Wonosari, karena istri masih mendapat tugas piket jaga malam di IGD & visite bangsal pada Senin paginya.

Alhamdulillah selama 2 hari mudik di tempat mertua di Paulan, Colomadu, Kartasura itu kami bisa mengunjungi/bersilatrhm ke tempat simbah buyut dan sdr2 kandung dari pihak ibu mertua. Tak lupa, saya mendokumentasikan moment silaturahim tsb menggunakan kamera digital Sony cyber-shot DSC-W35 7,2 Mega Pixels.

Ya, kita tak pernah tau khan, apakah lebaran tahun depan masih dapat bersilaturrahim dgn para tetua kita / tidak... dan yg lebih penting lagi, agar saya gampang mengenali/ingat siapa2 saja anggota keluarga besar istri.

Rabu pagi, kamipun berkemas2 pulang ke Yogyakarta lagi. Mengingat masih padatnya arus penumpang bis di terminal bis Kartasura, maka kamipun diantar ke Terminal Bis Solo agar masih bisa memperoleh tempat duduk. Firasat pun mulai tidak enak, karena terminal bis ini terkenal dgn banyaknya penjahat/copet, dan saya sendiri dahulu pernah mengalami kecopetan dompet saat naik bis di terminal ini.

Ternyata firasat saya terbukti, kamera digital yg saya kalungkan di leherpun berpindah tangan ke pencopet yg beraksi saat kami menaiki bis & akan duduk di deretan kursi ke-2 di belakang sopir. Lihai... sungguh lihai...

Kesal/marah/dendam ?! Tak ada manfaatnya, mending mendoakan saja: Smoga Allah memberi hidayah/petunjuk kepada para kriminal yg ada di terminal itu, sehingga mereka masih sempat bertaubat sebelum kematiannya... Amien. Karena harta yg diperoleh dari cara/sumber yg haram, tak akan diberkahi. Ia akan membentuk darah-daging-tulang yg haram... mendatangkan murka Allah di bumi (penyakit2 fisik, kesempitan hati, dll), dan di akhirat kelak (menjadi bahan baku api neraka,red.), serta doa orang tsb tak akan dikabulkanNYA.

Bagaimana dgn cerita mudik anda, Sdrku? Smoga baik2 saja kesan mudik anda kali ini, agar tak kapok mudik di lain waktu.

Sumber rujukan:
1. http://win.staff.uns.ac.id/2008/09/08/tradisi-mudik-lebaran-2008/
2. http://p0erw0s.wordpress.com/2006/11/01/tradisi-mudik/
3. http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/mudik-lebaran-penuh-berkah.html
4. http://kartu.kapanlagi.com/selamat-berlebaran-selamat-mudik.html

Labels: , , ,

Saturday, October 04, 2008

Mudik, Tradisi silaturrahmi tahunan

Mudik adalah momentum yg selalu ditunggu2, tak hanya oleh kaum muslim yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan, namun juga oleh kaum non muslim, bahkan dipersiapkan sejak jauh2 hari, terlebih bagi mereka yg mudiknya ke daerah yg jauh dari tempat tinggal/kerjanya sekarang.
Menanti bus Paulan-Kartosura yang jarang2 muncul.

Beruntung saya mempunyai istri yang berasal dari suku/daerah yg berbeda, sehingga setiap tahun kami pasti merencanakan mudik lebaran. Mungkin itu pulalah yg akan melestarikan tradisi mudik di masyarakat Indonesia. Bayangkan kalo ada suami-istri berasal dari daerah yang sama, lalu menetap/bekerja di daerah yang sama juga, pastilah "gersang/hambar" skali suasana lebarannya, karena tidak mudik kemana2...

Mudik lebaran dengan segala hambatan dan kesulitan yang akan ditemui dijalan, slalu dirindukan karena mengingatkan seseorang agar tidak lupa akan akar budayanya. Setiap tahun dunia berubah, situasi lingkungan juga berubah, termasuk perubahan status sosial-ekonomi -budaya dari setiap orang yang mudik. Hal ini lah yg selalu menarik untuk dijadikan bahan cerita pada saat bersilaturrahmi lebaran.
Rumah Mertua di Jl. Raya Adisucipto, Paulan, Colomadu.

Rasanya sudah terlalu lama saya tidak mudik ke kampung halaman saya di Banda Aceh. Sejak lulus SMA 3 Banda Aceh pada tahun 1992 hingga sekarang saya belum pernah mudik. Jadi saya tak tahu bagaimana suasana NAD pasca DOM (Daerah Operasi Militer) dan Tsunami. Hal ini disamping karena faktor biaya yg terlalu mahal, jarak yang terlalu jauh, dan kondisi anak2 yg masih kecil2, sehingga keinginan untuk mudik lebaran di Aceh harus ditunda lagi. Bersyukur pada lebaran 1429 H/ 2008 M ini kami bisa mudik lagi untuk merayakan Idul Fitri di kampung halaman istri di Desa Paulan, Kec. Colomadu, Kab. Karanganyar, Jawa Tengah.

Berpose didepan rumah simbah Solo.

Kami sekeluarga mudik pada hari Selasa, 30/10-08 menggunakan bis Yogyakarta - Solo, karena jaraknya tidak terlalu jauh & lebih hemat (meski harga tiket selama musim mudik naik tak terkendali). Meskipun jarak Ykt-Solo dekat, namun karena membawa 2 anak kecil shg bawaan nya juga harus banyak.

Setelah sholat Id di lapangan Desa Paulan, kami melakukan sungkeman kepada Bpk-Ibu mertua, lalu menerima kunjungan para tetangga dan saudara, kemudian berkunjung ke rumah kakek dan nenek di Ngasem, Colomadu, Kab. Karanganyar.
Keluarga besar Istri (minus 2 orang adik yang bekerja di Papua dan Lampung).

Yang khas dari tradisi mudik ini adalah :
  1. Sungkeman kepada ke-2 orang mertua, kakek-nenek, dan keluarga lain yang lebih tua.
  2. Minuman spesial Tape ketan yang dibuat oleh setiap keluarga untuk para tamu.
  3. Bagi yg masih mempunyai anak kecil, biasanya akan mendapat "fitrah" (uang tali asih,red) dari kakek-nenek dan paman-bibinya .
  4. Pamer kekayaan, pangkat, jabatan, dan status sosial. Inilah yang biasanya dilakukan setiap orang yang mudik, yaitu berusaha -meski dengan memaksakan diri- tampil dgn pakaian baru, HP baru, kendaraan baru, dll. Syukurlah kami dapat mudik dan bersilaturrahim tanpa harus berpamer ria.
Setelah dua hari bersilaturrahim ria, akhirnya kami harus pulang pada hari Kamis, 2/10-08 siang karena tugas2 domestik sudah menanti di Yogyakarta, termasuk istri yang harus mempersiapkan diri kembali untuk piket sebagai dokter umum di UGD RSUD Wonosari.

Happy Silaturrahim... Semoga dosa kita kepada sesama menjadi lebur semua, sebagaimana -insya Allah- dosa kita kepada-Nya sudah dilebur-Nya melalui sarana ibadah Ramadhan yang lalu... Amin... !

Semoga setelah memasuki bulan Syawal ini kita semakin meningkat amal ibadahnya, tak hanya peningkatan Berat Badan... he2.

Labels: , ,