Google

Tuesday, February 09, 2010

Perjalanan panjang menuju Haji

Dalam rangka merealisasikan niat suci untuk memenuhi panggilan Allah SWT menunaikan ibadah haji, saya telah merintis membuka rekening tabungan haji "Arafah" di Bank Muamalat Indonesia kantor cabang Yogyakarta sejak tanggal 17-11-2008.

Ternyata janji Allah benar!!! Allah SWT tidak akan membiarkan hamba-Nya yg telah meluruskan niat untuk naik haji "berjuang" seorang diri dalam mengumpulkan uang utk naik haji, karena hanya berselang 13 bulan saja, tepatnya tanggal 24-12-2009 Allah SWT telah mencukupkan hamba-Nya ini dgn rizki yg -insya Allah- halalan toyyiban, sehingga nominal tabungan haji saya telah memenuhi syarat minimal untuk mendaftar haji (20 juta).

Berhubung dana belum cukup untuk berdua, maka istri tidak ikut mendaftar haji. Istri yg sehari2 bekerja di RSUD bisa berharap dari profesinya sbg dokter umum -suatu saat nanti, sebagaimana rekan2nya seprofesinya- dapat memperoleh kesempatan berangkat haji sbg petugas/Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Pada hari Kamis tgl 4 Feb 2010 saya membulatkan tekad mencoba mendaftar haji ke Kantor Dep. Agama Kab. Sleman, Denggung, 0274-868314. Namun karena berkas persyaratan saya belum lengkap (tidak membawa KK), dan Siskohat tidak on line, akhirnya saya hanya bisa memperoleh penjelasan dari petugas tentang mekanisme dan persyaratan pendaftaran haji.

Adapun persyaratan pendaftaran haji, sebagaimana pengumuman yg ditempel di papan pengumuman Kantor Dep. Agama Kab. Sleman (tertanggal 1-2-2010) adalah sbb:
  1. Calon jemaah haji harus membawa KTP asli dan KK (kartu keluarga) asli.
  2. Calon jemaah haji harus membawa buku rekening tabungan haji minimal Rp. 20.000.000,- (BRI, BNI, Mandiri, BPD, BTN, Bukopin, Bank Syariah Mandiri, Muamalat).
  3. Calon jemaah haji harus datang sendiri ke Kandepag Sleman/tidak bisa diwakilkan.
  4. Calon jemaah haji harus sudah tahu golongan darahnya.
  5. Untuk Pria: pada waktu pendaftaran tidak boleh memakai pakaian dinas, tidak kaos, memakai pakaian berwarna (tidak boleh warna putih).
  6. Untuk Wanita: pada waktu pendaftaran harus memakai jilbab, tidak boleh memakai pakaian dinas, tidak kaos, memakai pakaian berwarna (tidak boleh warna putih).
Keesokan harinya, Jum'at 5 Feb 2010 saya kembali lagi ke Kantor Dep. Agama Kab. Sleman dgn membawa semua berkas persyaratan yg telah ditentukan. Ternyata di ruang pelayanan haji telah mengantre sejumlah orang yg ingin mendaftar haji pula. Diantaranya ada yg akan berangkat haji berdua dgn pasangannya, bahkan dgn anak2/keluarganya skaligus, juga ada yg ingin berangkat haji untuk yg kesekian kalinya.

Allahhu Akbar, ternyata bagi orang2 yg ada diruangan tsb, pergi haji tidaklah semahal bayangan banyak orang di luar sana yg masih didera kemiskinan, dikepung ketertinggalan, dan diselimuti kelaparan. Saya tak kuasa menahan pilu sekaligus haru menyaksikan kontras tsb.
Semoga Allah meridhoi dan menjaga niat haji saya ini, tidak karena ingin dipuji, dihargai, diketahui sbg orang "beruang", dst.

Setelah menyerahkan berkas yg diperlukan kepada petugas untuk pengisian form, selanjutnya saya difoto (membayar Rp 70.000,-), dan menuju ruang siskohat utk dientry data guna penerbitan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH). Disini saya merasakan mendapat pelayanan yg sangat istimewa dari para petugas, padahal saya sama sekali asing bagi mereka, dan tidak minta dibantu/diperlakukan secara khusus. Mulai dari proses foto untuk keperluan berkas administratif haji, berkas form saya yg diantar/dibawakan sendiri oleh petugas pengisian form ke ruang siskohat yg terletak di pojok gedung lainnya (padahal calon haji lainnya justru harus kebingungan membawa sendiri form tsb), hingga pemrosesan di depan komputer siskohat yg didahulukan dari antrian calon lainnya. Hal ini bahkan sempat menimbulkan kecemburuan dari calon haji lainnya. Namun petugas dgn sopan memberikan alasan yg tepat dan membenarkan tindakan tsb. Dan akhirnya semua maklum dan dapat menerima.
Inilah pas foto hasil jepretan petugas Kantor Depag
Kab. Sleman untuk digunakan dalam berbagai dokumen
keberangkatan haji saya selanjutnya

Setelah dari ruang Siskohat memperoleh surat SPPH tsb, saya kembali lagi ke Ruang pelayanan awal untuk menyerahkan tembusan surat tsb. Selanjutnya saya diminta ke Bank Muamalat tempat saya membuka rekening haji utk menyerahkan 1 lembar SPPH tsb guna diproses penyetoran awal BPIH (Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji) dari rekening saya ke rekening Tabungan Haji Indonesia Depag sebesar Rp. 20 juta. Surat bukti setor tsb kemudian diserahkan ke saya untuk dibawa kembali ke Kandepag Sleman.

Persyaratan pengumpulan bukti pelunasan di Dep. Agama Kab. Sleman -sebagaimana pengumuman pada papan informasi- adalah sbb:
  1. Membawa bukti setor lunas dari bank.
  2. Foto kopi KTP sebanyak 5 lembar.
  3. Foto ukuran: 3 x 4 cm = 16 lembar, dan 4 x 6 cm = 4 lembar.
  4. Foto copy paspor 2 lembar (bagi yg sudah mempunyai).
Karena Sabtu tgl 6 Feb 2010 foto yg saya pesan dari petugas belum jadi, maka sayapun kembali lagi ke Kandepag Sleman pada hari Senin, tgl 8 Feb 2010. Saya tinggal menyerahkan surat Tanda Bukti Setoran Awal BPIH dari Bank Muamalat, dan mengambil pas foto yg telah selesai dicetak sebanyak 40-an lembar... (Wow, banyak amat ya?! He2.. Semua itu akan habis terpakai sampai dgn tahun 2014 kata petugasnya)

Alhamdulillah, proses tsb hanya memakan waktu kurang dari 10 menit, dan akhirnya saya telah sah tercatat di Siskohat sebagai calon jemaah haji Kab. Sleman untuk tahun keberangkatan 2014... Insya Allah...!!!

Mohon doanya, agar slama -/+ 4 tahun menanti keberangkatan haji ini saya dapat menjaga keikhlasan, niat yg lurus, meningkatkan ilmu dan pengamalan agama Islam yg benar sehingga pada saatnya nanti (2014) saya telah benar2 siap lahir-batin, fikriyah - qolbiyah- jasadiyah untuk melaksanakan ibadah haji dan memperoleh haji yg mabrur... Allahumma Amiin..

Mohon pula saya diingatkan, jika ada perkataan, sikap, perbuatan yg menyalahi persiapan sbg seorang calon haji. Karena saya masih manusia& masih muda, bisa tergelincir kapan saja...
dimana saja...!

Labbaikkallahumma labbaik... Ya Allah, bantulah hamba-Mu yg lemah ini utk bisa menghadap-Mu, menangis dipeluk-Mu, mengunjungi kekasih-Mu, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Muhammad SAW...

Labels: , , , , , ,

4 Comments:

At 10:53 AM, Anonymous Ari said...

Terima kasih artikelnya yang lengkap dan runtut menjelaskan proses mendaftar haji di kabupaten Sleman. Saya dan suami insya Allah juga ingin segera mendaftar. Dari ceritanya, antri keberangkatan sudah sampai tahun 2014 ya Pak? Bismillah, mudah2an sabar dan ikhlas menanti.

 
At 3:13 PM, Anonymous Yusron said...

tr

 
At 3:17 PM, Anonymous Yusron said...

Terima kasih pnjelasannya.
Rencanany bulan ini mw daftar haji untuk saya dan ibu saya, tp antrian d jawa timur sangat banyak. klo tidak salah untuk tahun ini baru bisa brngkt 8 tahun lagi atau thn 2018. Sdngkn Bapak saya brngkt 2 thn lagi. Semoga sabar menanti dan diberi kesehatan dan umur yang cukup. :)

 
At 5:06 PM, Anonymous bolehngeblog said...

Semoga rombongan haji dari indonesia menjadi haji yang mabrur dan jangan lupa untuk mengamalkan kehajiannya tersebut ketika sudah tiba di tanah air ya...insya allah saya pun punya niat untuk ibadah haji...

 

Post a Comment

<< Home