Google

Saturday, August 07, 2010

Asyiknya maen layangan...

Layang-layang, layangan, atau wau (di sebagian wilayah Semenanjung Malaya) secara konvensional adalah bangun datar dua dimensi yang dibentuk oleh dua pasang rusuk yang masing-masing pasangannya sama panjang dan saling membentuk sudut.
Layang-layang merupakan lembaran bahan tipis berkerangka yang diterbangkan ke udara dan terhubungkan dengan tali atau benang ke daratan atau pengendali. Layang-layang memanfaatkan kekuatan hembusan angin sebagai alat pengangkatnya.

Dikenal luas di seluruh dunia sebagai alat permainan, layang-layang diketahui juga memiliki fungsi ritual, alat bantu memancing atau menjerat, menjadi alat bantu penelitian ilmiah, serta media energi alternatif.

Catatan pertama yang menyebutkan permainan layang-layang adalah dokumen dari Cina sekitar 2500 Sebelum Masehi. Penemuan sebuah lukisan gua di Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, pada awal abad ke-21 yang memberikan kesan orang bermain layang-layang menimbulkan spekulasi mengenai tradisi yang berumur lebih dari itu di kawasan Nusantara.

Permainan layang2 tidak hanya dimainkan oleh anak2, namun juga menjadi permainan yg mengasyikkan pula bagi orang2 dewasa. Bahkan untuk itu di banyak tempat/daerah Festival layang2 telah menjadi agenda kegiatan rutin tahunan, seperti yg pernah diadakan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, di Pantai Karnaval Ancol, di Probolinggo Jawa Timur, di Pantai Manggar Balikpapan Kalimantan Timur, di Pantai Glagah Kulonprogo Yogya, Pantai Parangtritis Yogya, dll.

Ragam bentuk, warna, dan ukuran layang2 pun sangat bervariatif. Demikian pula dgn harganya. Layang2 konvensional yg biasa dijual & dimainkan oleh anak2 harganya berkisar antara 2 - 3 ribu Rupiah saja. Namun, layang2 yg dibuat utk dimainkan/diperlombakan pada saat Festival bisa menghabiskan anggaran dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah.

Layangan tiga dimensi berbentuk macan.

Layangan yg dimainkan oleh tim.

Dalam Festival layang2, kategori perlombaan dibagi dalam tiga jenis, yakni: layang-layang aduan, dua dimensi, dan tiga dimensi (berbentuk ring, cumi-cumi, becak lengkap dengan penarik becaknya, buaya, harimau, ular naga, ikan hias, dll). Dan utk memainkannya pun tidak cukup dgn 1 orang saja, namun memerlukan kerjasama tim.

Alhiko, bernostalgia dgn permainan layang2 (31-7-'10).

Si Abang (Hanif) dan Si Adik (Taufik) tampak asyik memainkan layangannya.

Sebelum th 2009, anak2 dari perumahan dosen Poltekkes dan anak2 dari Dusun Gadingan, Banyuraden biasa memainkan layang2 di lapangan sepak bola sebelah Timur Asrama Mhs I Poltekkes Kemenkes Ykt. Namun sejak th 2009, saat Auditorium Baru Poltekkes Kemenkes Ykt berdiri, maka anak2 pun kehilangan lapangan bermainnya. Meski demikian, anak2 msh dpt memanfaatkan areal parkir di sekitar Auditorium Baru tsb utk bermain layang2.

Sumber Rujukan:
  1. Wikipedia, Layangan.
  2. Detiknews, Kreativitas-layang-layang.
  3. Metrobalikpapan, Langit Musi Penuh Layang-layang
  4. Teamtouring.net, Pantai Parangtritis.
  5. Wisatamelayu.com, Pantai Parangtritis.
  6. Indosiar.com, Festival-layang-layang-khusus-malam-hari.
  7. Harianjogja.com, Kecepatan-angin-jadi-tantangan-di-festival-layang-layang.

Labels: , ,

0 Comments:

Post a Comment

<< Home